Iklan Header Bone Terkini

Lapas Watampone Sosialisasikan Bahaya Penyakit TB Kepada Residen

Lapas Watampone Sosialisasikan Bahaya Penyakit TB Kepada Residen

BONETERKINI.NET, BONE - Program rehabilitasi bagi para pecandu narkoba terus bergulir di Lapas Klas IIA Watampone. Dengan seabrek aktivitas yang dilakoni dalam kesehariannya menajalani rawatan pada system Theraupatic Community.

Setidaknya 30 orang residen, berkumpul di aula. Seminar kesehatan ini menghadirkan A. Asmawati, S.Kep.,Ns sebagai pembicara, dengan tema “Bahaya Penyakit TB Bagi Pecandu Narkoba”. 

Juga hadir pada kesempatan ini Baydawi selaku Program Manajer Rehabilitasi  Lapas Kelas IIA Watampone. 

"TB merupakan suatu penyakit infeksi yang merupakan salah satu dari 10 penyakit mematikan di dunia, TB atau TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat ditularkan dari tetesan liur yang diakibatkan batuk atau bersin yang terbawa oleh udara," tuturnya.

Andi Asma juga menjelaskan kepada para residen, tanda atau gejala yang muncul dapat dicermati dari Batuk yang lama jangka 3 minggu atau lebih, batuk darah, adanya rasa nyeri pada dada dan paru-paru yang menyebabkan sesak napas dan pusing, kehilangan nafsu makan, serta adanya penurunan berat badan yang signifikan.

Selain itu faktor peningkat resiko seseorang terinfeksi penyakit ini, karena melemah atau menurunnya kualitas imun akibat penyalahgunaan zat dalam jangka waktu yang panjang seperti Alkohol dan Narkoba. Ungkap perawat fungsional ini yang bertugas di Lapas watampone.

Pada kesempatan yang sama Lukman Amin yang turut memantau progres dari Rehabilitasi ini, mengungkapkan, keseriusan kita di Lapas watampone dalam pemenuhan Hak WBP, terutama menyangkut masalah kesehatan Warga binaan, menyingung soal penyakit TB kita sudah mengambil langah awal dengan aktif memberikan pemahaman kepada WBP terkait bahaya dari penyakit menular.

"Kita menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten dan RSUD Tenriawaru, serta PKM Bajoe dalam proses deteksi dini TB, dengan skrining serta pemeriksaan dahak dari WBP." Tutup Lukman. 

Admin
Loading...

Tidak ada komentar